JavaScript: JavaScript:
Kedudukan Rasulullah SAW dalam Ayat Salawat. Setelah kita mencoba memahami Hikmah dan Keutamaan Shalawat Bagi Manusia pada kajian yang lalu, maka pada kajian ini kita akan mencoba melanjutkan bahasan dalam category “ kajian salawat “ dalam blog “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini dengan mengangkat pokok bahasan tentang “ Kedudukan Rasulullah SAW dalam Ayat Salawat “.
Al-Mukmin Zat Yang Mebenarkan Kebenaran. Pada kajian yang lalu kita telah mencoba membahas tentang Hakikat Al-Mukmin atau Zat Yang Memberi Rasa Aman dan pada Kajian Hakikat Tauhid dalam category Al-Asma Al-Husna kali ini kita akan mencoba membahas makna lain dari nama Allah Al-Mukmin yang berarti Mebenarkan Kebenaran.
(more…)
Hakikat Ramadhan Sebagai Bulan Percintaan. Bulan Ramadahan atau bulan puasa merupakan bulan mulia dimana pada bulan Ramadhan ini, seluruh umat manusia yang beriman diberi kesempatan oleh Allah SWT sebagai Tuhan Semesta Alam untuk melaksanakan suatu ritual peribadatan puasa yang mulia demi kebaikan manusia itu sendiri.
Allah telah befirman dalam sebuah hadist qudsi yang disabdakan Rasulullah Muhammad SAW yang menyatakan bahwa “ … Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan langsung menentukan imbalannya ….”
Hakikat Salawat Manusia Kepada Nabi Muhammad SAW. Melanjutkan kajian hakikat salawat yang sudah beberapa bulan ini tidak diposting. Pada posting ini kita akan mencoba melakukan kajian tentang hakikat salawat umat manusia terhadap Rasulullah Muhammad SAW dan tentunya dalam kajian ini kita tidak lagi akan membahas tentang aspek hukum bersalawat kepada nabi, karena dalam ayat ke – 56 dari Al-Quran surat al-Ahzab yang berbunyi “ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk nabi, Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya “ telah terang bagi kita bahwa Allah SWT mewajibkan kepada manusia untuk bersalawat kepada nabi dan nabi yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW.
Hakikat Salawat Malaikat kepada Nabi Muhammad saw. Setelah cukup lama tertunda catgory “ Kajian Salawat “ ini, kali ini saya akan mencoba melanjutkannya setelah pada postingan sebelumnya difahami hakikat salawat Allah terhadap nabi Muhammad saw ( mungkin bisa dibaca disini ). Kali ini dengan tetap mengacu kepada ayat ke – 56 dari Al-Quran surat al-Ahzab yang berbunyi “ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk nabi, Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya “
Hakikat salawat malaikat dalam kontek ayat tersebut dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda dengan tujuan yang tetap mengarah pada satu titik yang sama yaitu kemuliaan dan kesejahteraan kepada nabi Muhammad saw sebagai makhluk yang agung disisi Allah swt.
Hakikat Salawat Allah Kepada Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana yang yang telah disampaikan dalam kajian tentang salawat sebelumnya bahwa, kata salawat adalah kata yang diperkenalkan sendiri oleh Allah swt melalui ayat Al-Quran surat al-Ahzab ayar 56 yaitu “ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk nabi, Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya “
Salawat Allah swt terhadap nabi Muhammad saw telah difahami sebagai rahmat yang terlihat dengan pemakaian kata “ nabi “ sebagai target atau sasaran salawat. Bukan nama dari nabi saw yaitu “ Muhammad “. Kata nabi tersebut sebagaimana yang sudah diketahui adalah jabatan bagi seorang hamba yang ditugaskan mengemban amanah atas syariat yang diwahyukan dengan tidak ada kewajiban atasnya untuk menyampaikan kepada umatnya.
Berbeda dengan “ rasul “ yang juga pengemban amanah atas syariat yag diwahyukan tetapi disertai dengan kewajiban untuk menyampaikan kepada umat tempat rasul tersebut diutus, sehingga setiap nabi belum tentu sebagai rasul tapi setiap rasul sudah pasti juga seorang nabi
Hakikat Salawat. Salam Bernilai Sama Dengan Salawat. Sebagamana halnya dengan salawat, salam dinilai sama dengan salawat karena dalam ayat Al-Quran tentang salawat pada surat al-Ahzab ayar 56 yang berbunyi “ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk nabi, Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya “
Dari ayat tersebut terlihat bahwa, perintah bersalawat dan salam disampaikan secara bersamaan dan myrazano belum menemukan ada dalil lain yang membedakan antara salawat dan salam yang berasal dari Al-Quran dan hadist Nabi saw selain dari perbedaan penafsiran hukum para ulama tentang salawat dan salam.
Hakikat Salawat. Salawat Memuliakan Ibadah Wajib. Salawat. Imam al-Majidu menerangkan bahwa kata salawat terdiri dari tiga suku kata yaitu shad, lam dan waw atau shad, lam dan ya yang sebenarnya berasal dari satu arti yaitu berkumpul dan berserikat. Dengan pengertian bahwa dalam salawat terkandung dua makna secara bersamaan yaitu makna lahir dan makna batin yang mencakup segala kebaikan seluas nilai kebaikan itu sendiri.
Pergeseran dan perubahan makna dari kata salawat tersebut lebih disebabkan karena perbedaan pemakaian dalam kalimat saja, sehingga pendapat yang menyatakan bahwa, kata salawat berasal dari kata mushalli gugur dengan sendirinya. Selanjutnya menurut imam al-Majidu, kata mushalli berati melanjutkan atau melestarikan tradisi lama yang ditiru dari orang lain.