Seberapa Kafirkah Kita ?!
Seberapa Kafirkah Kita ?!. Seseorang sudah dikatakan murtad adalah orang yang segaja ingin keluar dari agama Islam dan kembali kepada kekafiran dengan kesadarannya sendiri pada saat itu atau pada saat kemudian karena ragu dan meragukan kebenaran ajaran agama baik keluarnya itu masih berupa isyarat karena sesuatu hal, baik sudah dikatakan atau belum.
Seseorang juga sudah bisa dikatakan kafir apabila mempunyai niat untuk kafir atau mengucapkan sesuatu yang membuat ia kafir sekalipun itu dalam gurauan atau canda seperti mengingkari ke-Esaan Allah dan sifat-sifat Allah. Tidak percaya dan mempercayai ajaran islam baik menambah atau mengurangi dari apa-apa yang sudah ditetapkan secara syariat atau pun yang sudah ditetapkan secara ijmak seperti masih ragu untuk mengkafirkan orang yahudi atau nasrani.
Bebarapa perbuatan yang bisa membuat seseorang tersebut dikatakan kafir adalah seperti ikut sujud kepada patung atau Berhala, matahari dan atau berjalan ke gereja dengan memakai pakaian mereka dan mengikuti peribadatan mereka.
Selain itu dengan sengaja meletakkan kertas yang bertuliskan ayat-ayat Al-Quran, ilmu Syariat, nama Allah, nama nabi, malaikat dll ditempat yang kotor sekalipun yang kotor tersebut suci seperti ludah atau ingus atau mengolesinya termasuk mesjid dengan perkara najis sekalipun najisnya masih diampuni.
Seseorang juga sudah bisa dikatakan kafir bila ingkar terhadap kenabian nabai-nabi yang sudah disepakati para ulama, mengingkari penurunan kitab-kitab suci seperti kitab zabur, kitab taurat dan kitab injil serta suhuf atau lembaran-lembaran yang diturunkan kepada nabi ibrahim. Ingkar terhadap kewajiban yang sudah diwajibkan, keharaman perkara yang diharamkan dll yang sudah disepakati para ulama dan atau perkara yang sudah diterangkan secara jelas dalam hukum syariat seperti shalat, puasa, riba, zina dll
Mengingkari kemukzizatan Al-Quran, persahabatan nabi dengan para sahabatnya, hari berbangkit, sorga dan neraka, tidak mempercayai atau menghina salah satu nabi, menyepelekan malaikat, mencacimaki nabi dan mengakui seseorang yang mengaku jadi nabi setelah nabi muhammad SAW
Seseorang juga bisa dikatakan kafir bila rela terhadap kekufuran untuk berdiri tegak diatas bumi ini, menyeru orang–orang lain untuk kafir sekali pun dengan sindiran atau isyarat atau mengisyaratkan kepada orang kafir yang ingin masuk islam atau melarang mengajari orang kafir kalimat keislaman, termasuk menolak atau menunda mengajari orang kafir yang meminta kepadanya untuk diajari walau penundaan itu dalam waktu sesaat termasuk didalamnya berdoa dengan doa-doa “ semoga Allah tidak memberi kami keimanan atau “ semoga keimana kami dicabut “ dengan tujuan mempersulit seseorang yang ingin masuk islam.
Begitu juga seseorang bisa dikatakan kafir atau menjadi kafir bila mendahulukan memberi penghormatan kepada wali melebihi penghormatan kepada nabi termasuk didalamnya ajarannya. Atau seseorang mengaku melihat Tuhan dengan jelas atau mengaku telah berbicara dengan Tuhan atau Allah menampakkan dirinya atau Allah telah memberinya makan dan minum secara langsng atau Allah telah menggugurkan perkara yang haram padanya atau untuknya diperbolehkan melakukan perkara yang diharamkan, atau seseorang bisa mendekatkan diri kepada Allah tampa jalan ibadah atau mengaku dia telah mencapai derajat yang bisa menggugurkan segala hukum syariat dan tidak terikat lagi dengan ajran agama
Menghina Allah dan nabi-nabi Allah, perintah Allah, larangan dan janji Allah, mencerca sifat–sifat Allah seperti sesungguhnya Allah pemalas, merubah kalimat alquran dengan mengiktikadkan itu berasal dari Allah. Membaca bismillah untuk meminum khamar, berzina atau menyatakan “ apabila Allah dan rasulnya memerintahkan aku, maka aku tidak akan menjalankannya atau “ Aku tidak sudi memasuki surganya Allah kalau Allah memasukannya “ dengan maksud menghinakan.
Juga bisa menjadi kafir seseorag itu bila berkata “ Bila Allah menyiksa akau lantara meninggalkan shalat padahal keadaanku memedihkan, sakitku juga parah, maka Allah berbuat kezaliman pada ku “ dan kalimat lain yang sejenisnya. Atau ia berkata “ orang azan itu bohong “, atau “ suaranya seperti bel orang kafir “ dengan nada menghina atau merendahkan atau “ kamu telah kenyang membaca alquran, berzikir “ atau “ Aku tidak takut pada hari kiamat, neraka, padang mashar,atau segala dosa yang telah kulakukan “
Menghina majelis ilmu,orang-orang yang menghadiri majelis ilmu atau mengatakan “ semoga Allah mengutuk para ulama “ Biala dia berkata seluruh para ulama semoga terkutuk “ maka dia akan kafir sekalipun tidak dengan nada menghina, sebab pengertian ulama adalah mencakup para nabi dan malaikat atau dia mentertawakan para ulama, mubaligh dan guru-guru dengan nada menghina dihadapan umum agar mereka juga mentertawakannaya atau hanya sekedar permainan saja atau dia membuang fatwa seorang alaim dan berkata “ untuk apa fatwa ini “ dengan maksud menghinakan.
Sesorang muslim juga bisa menjadi kafir apabila berharap untuk keluar dari agama islam atau bila beragama islam maka dia minta beberapa imbalan atau dia berkata : hendaknya Allah mengharamkan untuk zaman tertentu , sehingga zina diperbolehkan sementara, begitu juga menganiaya orang, membunuh atau dia mengatakan bahwa Allah menyimpang dan berbuat kezaliman atau mengatakan Allah dalam mengharamkan sesuatu penuh dengan kezaliman atau orang yang menyatakan bahwa pajak itu hak pemerintah, sehingga pengamblan pajak itu dianggap benar. Orang-orang yang mengenakan pakaian khusus orang – orang kafir dengan catatan orang muslim yang memakainya itu lantaran condong kepada agama kufur
Begitu juga apabila seorang muslim apabila dengan segaja menyesatkan umat islam mencacimaki para Sahabat Nabi, Hasan dan Husen. Apabila ditanya tentang keimanannya latas dijawab Aku tidak mengerti . Apabila ditanya apakah kamu muslim lantas dijawab Aku bukan orang muslim dengan jawaban disengaja
Apabila seseorang bertanya kepada orang muslim lantas dijawab Aku tidak ada urusan dengan hal-hal yang tidak bergna seperti itu. Melarang orang mengucabkan kalimat-kalimat yang diperintahkan Allah
Begitu juga bila seseorang berbuat kedurhakaan seperti membunuh pencuri, memukul orang muslim lain dengan tanpa hak atau dia berkata kepada istrinya atau suaminya bahwa aku lebih mencintai engkau dari pada dan rasulnya tapi bila yang dimaksud hanya sekedar kecondongan saja dengan tanpa unsur mengagungkan maka tidak mengapa
Mengatakan kafir kepada orang muslim atau mengatakan, berbuatlah amalan sirri saja dan tinggalkanlah amalan jalankan syariat yang ada kaitanya dengan perbuatan hati saja. Atau orang berkata kalau dia pernah diberi wahyu , dia mengaku pernah masuk surga padahal dia masih hidup. Bahwa kenabian itu bisa diperoleh bila hatinya telah bersih dan jernih atau berkata bila nabi itu berkata benar maka aku akan mengikutinya pada hal dia tidak melakukannay atau bohong.
Atau berkata kami diberi hujan karena berkah bintang ini dia beranggapan bahwa bintang tersebut berpengaruh untuk menurunkan atau tidak menurunkan hujan atau berkata bahwa nabi nabi itu hitam atau bukan suku quraisy atau bukan bangsa Arab atau orang berkata Aku lupa apakah nabi itu diturunkan di Makkah atau aku lupa apakah nabi itu mati di Medinah
Itulah beberapa hal yang sebaiknya tidak kita lakukan atau terlarang sebagai umat yang telah diberi petunjuk dan hidayah oleh Allah swt. Kalau seandainya dalam keadaan sadar atau tidak sadar pernah melakukan beberapa hal yang telah disebutkan diatas. Atau beberapa hal lain yang belum atau tidak disampaikan diatas ( kalau kurang lengkap mohon ditambahkan pada kotak komentar dan sertakan niat karena Allah swt dan semoga bermanfaat dan membawa kebaikan bagi kita semua ), maka tidak ada pilihan lain yang bisa dilakukan selain dari menyegerakan bertobat dengan sebenar-benarnya. Semoga Allah Merahmati kita semua. Amin
Baca Juga Yang Ini :
-
Kumpulan Artikel Islam Lengkap
-
Ritual Para Pemuja Setan
-
Makna Lambang Para Pemuja Setan
-
Beberapa Aliran Satanisme
-
Beberapa Praktek Sihir Yang Populer
-
Jenis-Jenis Sihir Di Zaman Sekarang
-
Pentingnya Ilmu Dalam Beramal
-
Konotasi Ikhlas Dengan Ibadah
-
Syetan dan Keturunannya
-
Kenapa Tuhan Harus Disalib ?!
Mungkin Artikel Ini Yang Anda Butuhkan ...
- Haruskah Mencari Tuhan Selain Allah ..?!
- Hakikat Zat Pada Sifat Allah ( 1 )
- Metoda Pemahaman Ilmu Tauhid
- Hakikat Zat Pada Sifat Allah ( 2 )
- Profile
- Hakikat Zat Pada Sifat Allah ( 3 )
- Hakikat Zat Pada Sifat Allah ( 4 )
- Hakikat Zat Pada Sifat Allah ( 5 )
- Mengapa Harus Belajar Tasawuf ?!
- Sifat Jaiz atau Mungkin Pada Allah SWT
- Ibadah itu Hukumnya Haram
- Bertasawuf Dalam Syariat
- Agama, Pembebanan Yang Membebani
- Hakikat Ramadhan Sebagai Bulan Percintaan
- Mendudukkan Perkara Bid’ah Dengan Benar ( 1 )
- Allah Bersifat Ujud, Artinya Ada
- Mendudukkan Perkara Bid’ah Dengan Benar ( 2 )
- Hakikat Gairah Dalam Diri
- Mendudukkan Perkara Bid’ah Dengan Benar ( 3 )
- Sebelum Allah Menjadi Tuhan
- Kejelasan Rasionalitas Al-Qur’an
- Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 1 )
- Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 2 )
- Salah Satu Bukti Keaslian Al-Quran
- Allah Bersifat Qidam Artinya Dahulu
- Hakikat Al - Quran Sebagai Kitab Hikmah
- Pengertian dan Hakikat Al-Asma Al Husna
- Hukum Ataukah Pesanan Dibalik Penangkapan Ariel Peterpan?



May 5th, 2009 at 2:18 am
wew berat kasus nya nih
May 5th, 2009 at 5:28 pm
wah ana masih kafir ni berarti