JavaScript: JavaScript:
Cinta dan Kasih Sayang Ayah Dalam Rumah Tangga Modern. Cinta pada hakikatnya hanyalah sebuah kata. Sebuah kata ajaib yang diberikan Allah swt kepada umat manusia. Dengan cinta itu orang tua mempunyai kekuatan yang tidak ada batasnya dalam merawat dan mengatur rumah tangganya, mendidik anak-anaknya dengan benar yaitu dengan cinta dan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih. Cinta yang diliputi degan aura kesabaran yang besar, tidak pemarah, tidak dengki, tidak iri dan tidak mementingkan diri sendiri.
Dengan dan atas nama cinta, orang tua akan rela dan ikhlas mengorbankan seluruh kepentingan dirinya pribadi demi kepentingan keluarganya, terutama demi kepentingan dan kebahagiaan anak-anak buah cinta dan kasih sayang dan anugrah illahi atas pernikahan mereka.
Sepatu Untuk Sang Predator. Posting ini bukan bertujuan untuk membangun pertentangan antara satu bangsa dengan bangsa yang lain atau pun antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, apalagi antara satu agama dengan agama yang lain. Tapi posting ini hanya bersifat dan bertujuan untuk memberikan gambaran dan tinjauan tentang hakikat kemuliaan dari suatu bangsa ternyata sangat jauh berbeda dengan hakikat kemuliaan yang difahami oleh bangsa yang lain
Sebuah bangsa dan kaum yang memiliki peradaban dan budaya yang tinggi, nilai-nilai kemuliaan itu difahami dan dijunjung tinggi dengan menempatkan manusia sebagai makhluk yang mulia dan dihargai, tapi pada bangsa-bangsa yang peradaban kebudayaannya telah hancur dan punah, maka nilai-nilai kemuliaan yang difahami oleh budaya bangsa itu bukan lagi terletak pada penghargaan dan apresiasi terhadap nilai kemanusian tapi nilai kemanusiaan hanya dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan. Tentunya setelah tujuannya tercapai nilai-nilai kemanusiaan itu akan dibuang dan ditinggalkan tergeletak, diabaikan beitu saja, sampai kemudian dipungut lagi ketika dibutuhkan
Neraka Yang Sangat Mengerikan Itu Bernama Rumah. Rasulullah Muhammad saw bersabda bahwa “ Rumahku adalah surgaku “ adalah berarti juga sebuah perintah untuk menjadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan menyenangkan bagi setiap penghuninya, karena rumah yang dibangun pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan seluruh kebahagiaan bagi pemiliknya. Akibatnya rumah selalu mendapat prioritas utama untuk diotak-atik demi kepuasan menuju kesempurnaan termasuk pergantian dan penataan perabotan dan segala pernak-perniknya.
Apa jadinya, apabila rumah yang dibanggakan dan menjadi salah satu indikator status sosial pemiliknya itu tiba-tiba berubah menjadi sarang syetan yang terkutuk dan tempat berkumpulnya para iblis laknat … ??? .
Tentunya rumah tersebut akan menjadi rumah hantu yang sangat menakutkan.
Hakikat Tauhid. Sesungguhnya “ Allah “ adalah nama zat dari Tuhan swt yang diperkenalkan sendiri oleh-Nya. Selain sebagai nama bagi zat Tuhan swt, “ Allah “ adalah juga tempat terkumpulnya atau terhimpunnya seluruh sifat yang dikandung zat-Nya, sehingga “ Allah “ sebagai sebutan yang utama untuk Tuhan sudah meliputi Tuhan secara keseluruhan yang terdiri dari zat dan sifat-Nya.
Hubungan antara zat dan sifat pada hakikatnya adalah hubungan sebab akibat yang saling terkait dan saling menerangkan antara keduanya. Keberadaan sifat disebabkan karena adanya zat dan keberadaan zat hanya bisa dinyatakan dengan adanya sifat, sehingga melalui hubungan tersebut Tuhan telah membukakan satu celah yang bisa dimasuki oleh akal manusia untuk mengetahu hakikat zat-Nya dengan benar