JavaScript: JavaScript:

Kajian Hakikat Tauhid

Kajian Hakikat Tauhid Merupakan Hikmah Ketuhanan Sebagai Bekal Untuk Mendapatkan Ridha dan Hidayah Allah swt

Contoh Lebih Baik Dari Perintah

Thursday, September 24th, 2009

Contoh Lebih Baik Dari Perintah. Tidak ada seorang anak lahir sebagi pendusta, karena pada umumnya tidak ada seorang anak mengetahui bagaiman caranya menipu melainkan ia telah diajar untuk menipu. Semenjak anak mulai mulai mengucapkan kalimat pertma dari bibirnya hingga ia telah didik untuk bebohong, seorang anak akan selalu mengucapkan dan menyampaikan segala sesuatu yang benar saja apa adanya sekalipun yang dia ucapkan itu akanmembahayakan dirinya sendiri atau memalukan ibu bapaknya.

(more…)

Keberanian dalam Ketakutan

Thursday, April 23rd, 2009

Keberanian dalam Ketakutan. Rasa takut atau Ketakutan merupakan suatu kondisi alamiah yang tumbuh dan berkembang dalam diri setiap makhluk termasuk manusia. Rasa takut tersebut merupakan bukti dari kasih sayang Allah swt kepada makhluk ciptaannya-Nya untuk melindungi dirinya dari bahaya yang mungkin akan mencelakai serta dengan rasa takut tersebut akan memberikan pengalaman baru bagi makhluk yang mengalaminya. Apabila dalam diri sesorang manusia sudah tidak ada lagi rasa takut, itu salah satu pertanda dari perkembangan fisikologis yang yang tidak seimbang dalam diri manusia itu. Sehingga rasa takut tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu parameter dalam menguji kesehatan jiwa seseorang secara fisikologis

(more…)

Sepatu Untuk Sang Predator

Sunday, December 28th, 2008

Sepatu Untuk Sang Predator. Posting ini bukan bertujuan untuk membangun pertentangan antara satu bangsa dengan bangsa yang lain atau pun antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, apalagi antara satu agama dengan agama yang lain. Tapi posting ini hanya bersifat dan bertujuan untuk memberikan gambaran dan tinjauan tentang hakikat kemuliaan dari suatu bangsa ternyata sangat jauh berbeda dengan hakikat kemuliaan yang difahami oleh bangsa yang lain

Sebuah bangsa dan kaum yang memiliki peradaban dan budaya yang tinggi, nilai-nilai kemuliaan itu difahami dan dijunjung tinggi dengan menempatkan manusia sebagai makhluk yang mulia dan dihargai, tapi pada bangsa-bangsa yang peradaban kebudayaannya telah hancur dan punah, maka nilai-nilai kemuliaan yang difahami oleh budaya bangsa itu bukan lagi terletak pada penghargaan dan apresiasi terhadap nilai kemanusian tapi nilai kemanusiaan hanya dipandang sebagai alat untuk mencapai tujuan. Tentunya setelah tujuannya tercapai nilai-nilai kemanusiaan itu akan dibuang dan ditinggalkan tergeletak, diabaikan beitu saja, sampai kemudian dipungut lagi ketika dibutuhkan

(more…)