JavaScript: JavaScript:
Prinsip Dakwah Syekh Usamah Rifa’i. Nama Syekh Usamah Rifa’i sudah sering kami dengar dari teman-teman yang belajar di Damaskus. Beliau salah seorang ulama terkemuka Suriyah saat ini. Beliau adalah putra dari ulama besar Suriyah yang bernama Syekh Abdul Karim Rifa’i, yarhamuhullah.
Menurut teman yang mendampingi kami sejak hari pertama menginjakkan kaki di tanah Syam, almarhum Sykeh Abdul Karim Rifa’i adalah ulama yang sangat besar pengaruhnya di negeri Syam.
Mu’tazilah Adalah Kaum Yang Menjadikan Akal Sebagai Raja. Sesuai dengan namanya Mu’tazilh bersal dari kata I’itizal yang berarti menyisihkan diri dan kaum Mu’tazilah adalah kaum yang menyisihkan diri.
Bedasarkan asal usulnya yang paling kuat tentang sebab musabab kaum ini dinamai kaum Mu’tazilah adalah dimulai dari seorang guru besar di Bagdad yang bernama Syeikh Hasan Basri ( meninggal tahun 110 Hijriyah ). Beliau mempunyai banyak sekali murid, salah seorang muridnya ada yang bernama Wasil Bin ‘Atha ( meninggal tahun 131 Hijriyah )
Kiai Haji Abdurrahman Wahid yang sering dikenal dengan nama Gus Dur adalah salah satu tokoh nasional yang banyak mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Cucu ulama besar KH Hasyim Asy’ari tersebut pernah menjabat Ketua Nahdlatul Ulama. Gus Dur pula yang mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB pada era reformasi.
Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi, melu edan ora tahan. yen tan melu anglakoni boya kaduman melik. kaliren wekasanipun. Dillalah karsaning Allah. Sakbeja-bejane wong kang lali. luwih beja kang eling lan waspada.. Salah satu cuplikan karya sastra tembang “Sinom” dalam “Serat Kalatido” yang apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti Mengalami jaman gila, serba repot dalam bertindak, ikut gila tidak tahan, jika tidak ikut berbuat gila tidak memperoleh bagian hak milik, akhirnya menjadi ketaparan. Namun dari kehendak Allah, seuntung untungnya orang yang lupa diri, masih lebih babagia orang yang ingat dan waspada.
Kemidian diakhiri dengan sebaris gatra yang bersandiasma ” bo-RONG ang-GA sa-WAR-ga me-SI mar-TA-ya “ Mengandung arti rasa berserah diri kehadapan Yang Maha Esa yang rnenguasai alam sorga, tempat yang memuat kehidupan langgeng sejati.
Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi, melu edan ora tahan. yen tan melu anglakoni boya kaduman melik. kaliren wekasanipun. Dillalah karsaning Allah. Sakbeja-bejane wong kang lali. luwih beja kang eling lan waspada.. Salah satu cuplikan karya sastra tembang “Sinom” dalam “Serat Kalatido” yang apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti Mengalami jaman gila, serba repot dalam bertindak, ikut gila tidak tahan, jika tidak ikut berbuat gila tidak memperoleh bagian hak milik, akhirnya menjadi ketaparan. Namun dari kehendak Allah, seuntung untungnya orang yang lupa diri, masih lebih babagia orang yang ingat dan waspada.
Kemidian diakhiri dengan sebaris gatra yang bersandiasma ” bo-RONG ang-GA sa-WAR-ga me-SI mar-TA-ya “ Mengandung arti rasa berserah diri kehadapan Yang Maha Esa yang rnenguasai alam sorga, tempat yang memuat kehidupan langgeng sejati.
Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi, melu edan ora tahan. yen tan melu anglakoni boya kaduman melik. kaliren wekasanipun. Dillalah karsaning Allah. Sakbeja-bejane wong kang lali. luwih beja kang eling lan waspada.. Salah satu cuplikan karya sastra tembang “Sinom” dalam “Serat Kalatido” yang apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti Mengalami jaman gila, serba repot dalam bertindak, ikut gila tidak tahan, jika tidak ikut berbuat gila tidak memperoleh bagian hak milik, akhirnya menjadi ketaparan. Namun dari kehendak Allah, seuntung untungnya orang yang lupa diri, masih lebih babagia orang yang ingat dan waspada.
Kemidian diakhiri dengan sebaris gatra yang bersandiasma ” bo-RONG ang-GA sa-WAR-ga me-SI mar-TA-ya “ Mengandung arti rasa berserah diri kehadapan Yang Maha Esa yang rnenguasai alam sorga, tempat yang memuat kehidupan langgeng sejati.
Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi, melu edan ora tahan. yen tan melu anglakoni boya kaduman melik. kaliren wekasanipun. Dillalah karsaning Allah. Sakbeja-bejane wong kang lali. luwih beja kang eling lan waspada.. Salah satu cuplikan karya sastra tembang “Sinom” dalam “Serat Kalatido” yang apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti Mengalami jaman gila, serba repot dalam bertindak, ikut gila tidak tahan, jika tidak ikut berbuat gila tidak memperoleh bagian hak milik, akhirnya menjadi ketaparan. Namun dari kehendak Allah, seuntung untungnya orang yang lupa diri, masih lebih babagia orang yang ingat dan waspada.
Kemidian diakhiri dengan sebaris gatra yang bersandiasma ” bo-RONG ang-GA sa-WAR-ga me-SI mar-TA-ya “ Mengandung arti rasa berserah diri kehadapan Yang Maha Esa yang rnenguasai alam sorga, tempat yang memuat kehidupan langgeng sejati.
Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi, melu edan ora tahan. yen tan melu anglakoni boya kaduman melik. kaliren wekasanipun. Dillalah karsaning Allah. Sakbeja-bejane wong kang lali. luwih beja kang eling lan waspada.. Salah satu cuplikan karya sastra tembang “Sinom” dalam “Serat Kalatido” yang apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti Mengalami jaman gila, serba repot dalam bertindak, ikut gila tidak tahan, jika tidak ikut berbuat gila tidak memperoleh bagian hak milik, akhirnya menjadi ketaparan. Namun dari kehendak Allah, seuntung untungnya orang yang lupa diri, masih lebih babagia orang yang ingat dan waspada.
Kemidian diakhiri dengan sebaris gatra yang bersandiasma ” bo-RONG ang-GA sa-WAR-ga me-SI mar-TA-ya “ Mengandung arti rasa berserah diri kehadapan Yang Maha Esa yang rnenguasai alam sorga, tempat yang memuat kehidupan langgeng sejati.