JavaScript: JavaScript:
Al-Mukmin Zat Yang Mebenarkan Kebenaran. Pada kajian yang lalu kita telah mencoba membahas tentang Hakikat Al-Mukmin atau Zat Yang Memberi Rasa Aman dan pada Kajian Hakikat Tauhid dalam category Al-Asma Al-Husna kali ini kita akan mencoba membahas makna lain dari nama Allah Al-Mukmin yang berarti Mebenarkan Kebenaran.
(more…)
As-Salam Adalah Zat Pemberi Keselamatan. Allah adalah as-SalamAllah Pemberi Keselamatan berarti Allah adalah Zat Yang Maha Sempurna, sempurna Zat-Nya, sempurna Sifat-Nya dan sempurna segala Perbuatan-Nya, kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan-Nya. Allah terhindar dari segala kekurangan, terhindar dari kecacatan dan hal-hal yang menjatuhkan nilai Ketuhanan-Nya. Atau Allah terhindar dari keserupaan dengan makhluk-Nya yang tidak mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. yang berarti pemberi keselamatan.
(more…)
Jawaban dan Pejelasan ( 3 ). Berikut ini saya akan mencoba menjawab dan menjelaskan sebuah pertanyaan yang disampaikan oleh saudara kita yang bernama Han melalui kotak komentar yaitu :
Tolong dijelaskan arti kata TUHAN, ALLAH, ZAT DAN SEJATI. ALLAH berdiri sendiri, tdk bergantung kepada sesuatu. Dia tidak berbentuk ataupun bersuara. pertanyaan saya bagaimana kita mengenal Allah yang tidak berbentuk dan bersuara. apakah nabi musa melihat Allah disaat Gunung Hancur atau disaat Nabi musa pingsan tolong dijelaskan secara detail. kalau bisa ke email langsung. terima kasih. Allah memberikan kita ketenangan selalu. Amin
Hakikat Gairah Dalam Diri. Semangat atau Gairah bisa diartikan suatu dorongan yang berasal dari hati sanubari untuk melakukan sesuatu yang bisa diterima oleh akal. Karena semangat atau gairah ini bersumber dari hati, maka semangat itu timbul dari sebuah keyakinan yang diterima atau cocok dengan pertimbangan akal, sehingga naik turunnya semangat sangat tergantung dengan keyakinan hati dan kemampuan akal dalam mencari dan menemukan serta memberikan pembenaran dari apa yang telah diyakini hati sanubari tersebut.
Al-Quddus Adalah Zat Yang Maha Suci. Arti al-Quddus adalah suci. Dengan nama tersebut Baitul Maqdis dinamakan tempat yang didalamnya beberapa dosa disucikan. Surga juga disebut juga disebut dengan Hathirah al-Quds karena surga itu merupakan tempat yang suci dari segala kejelekan dunia. Dan al-Quds juga bisa diartikan syariah karena kesucian dapat diambil dari syariah serta Allah menamakan mailakat Jibril dengan Ruh al-Quddus karena malaikat Jibril diciptakan dari kesucian yang murni yaitu diciptakan dari cahaya. Dsiamping itu Jibril merupakan utusan Allah untuk membawa kesucian atau Al-Quran dan Hikmah yang dapat mensucikan jiwa para hamba-Nya
Allah Bersifat Ujud, Artinya Ada, mustahil Allah SWT tidak ada. Alam semesta raya ini dan segenap isinya sudah cukup sebagai bukti keberadaan Allah SWT. Keberadaan alam semesta raya ini beserta segenap isinya tidak mungkin secara akal tercipta dengan sendirinya. Pembuktian dari dalil-dalil yang ada terhadap suatu perbuatan atas sesuatu yang diciptakan sekaligus merupakan jejak yang meninggalkan bekas. Sesungguhnya pada jejak yang tidak membekas atau meninggalkan bekas adalah suatu kemustahilan. Adanya jejak-jejak manusia yang tertinggal merupakan pembuktian adanya orang yang berlalu-lalang.
Pujian Allah Terhadap Diri-Nya Sendiri. Sebelum kita melakukan kajian tentang pujian Allah terhadap dirinya, terlebih dahulu marilah kita memahami tujuan Allah memuji diri-Nya sendiri dengan beraneka ragam kalimat pujian dan Apa sih keuntungan atau manfaatnya bagi Allah atas pujian tersebut serta apa kepentingan Allah atas pujian tersebut ?.
Apabila dicermati secara seksama. Sesungguhnya Allah sebagai Tuhan tidak punya atau mempunyai kepentingan apapun dengan seluruh kalimat puja pujian dan kata-kata puja pujian yang diperuntukkan Allah terhadap dirinya sendiri. Seluruh puja pujian itu pada hakikatnya merupakan rahmat dari-Nya yang diperuntukkan kepada seluruh alam dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Karena dipuji atau pun tidak, Allah akan tetap menjadi Tuhan karena tidak ada Tuhan selain Allah, hanya Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Sifat Jaiz atau Mungkin Pada Allah swt. Postingan ini adalah lanjutan dari kajian yang berjudul “ Hakikat Zat Pada Sifat Allah ( 1 – 5 )“ yang lalu. ( kalau belum baca atau sudah lupa silahkan dibaca kembali mulai dari postingan ini sini ).
Sebagai mana postingan yang lalu, dimana kita telah melakukan kajian tentang 20 ( dua puluh ) sifat yang wajib pada Allah swt, maka pada kajian ini kita akan mencoba melakukan kajian tentang sifat yang Jaiz pada Allah swt
Jaiz pada sifat Allah swt berarti “ mungkin “ yaitu sesuai sifat Allah swt Iradat yang berati berkehendak, Allah swt berkehendak dengan sifat iradat-Nya, sehingga segala sesuatu bisa bersifat mungkin dan tidak ada yang mustahil bagi Allah swt. Secara syariat dinyatakan bahwa “ manusia punya kehendak, Allah punya kehendak, tapi kehendak Allah swt lah yang akan berlaku “, “ Nyatanya iradat Allah swt itu pada nafsu kita, kalau tidak berkehendak nafsu kita, tindak nyata iradat Allah swt itu, karena berkehendak nafsu kita itu dengan iradat Allah swt “
Hakikat Zat Pada Sifat Allah. Setelah menyelesaikan kajian tentang sifat ujud dan sifat hayat yang merupakan dua sifat yang utama bagi Allah swt, maka mulai dari kajian ke lima Hakikat Zat Pada Zat Allah ini sesungguhnya kita sudah memasuki kajian kesimpulan dan aplikasi dari pemahaman yang sudah dibahas dalam aktivitas kehidupan kita sehari-hari dan ritualitas ibadah wajib dan ibadah sunnah sebagai pengamalan syariat ajaran agama islam sebagai agama tauhid terakhir.
Sebagaimana yang telah disampaikan dalam kajian-kajian sebelumnya bahwa sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah swt sebagai tuhan adalah sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah swt saja. Tidak dimiliki oleh makhluknya. Apabila sifat-sifat tersebut terdapat pada makhluk, maka berarti sifat tersebut bukan sifat Allah swt karena Allah swt sebagai tuhan tidak bisa disamakan, tidak bisa disetarakan dengan apapun juga baik itu zat, sifat ataupun perbuatannya. Itulah tauhid yang benar lagi lurus yang kita tidak boleh tersesat didalamnya.