JavaScript: JavaScript:
Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 3 ). Sebagaimana kajian yang telah kita bahas pada kajian sebelumnya yaitu “ Keyakinan atau keimanan, tentang realitas ketuhanan dalam proses penciptaannya merupakan satu paket dengan penciptaan manusia “ pada postingan Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 2 ) sehingga keimanan atau pengakuan tentang keberadaan Tuhan adalah sesuatu yang tidak perlu dibuktikan lagi karena keyakinan tersebut sudah ada pada masing – masing jiwa, sedangkan pengingkaran pada hakikatnya merupakan suatu pengakuan ekstrim tentang keberadaan Tuhan itu sendiri
Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 2 ). Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya tentang jawaban dan penjelasan atas pertanyaan salah seorang sahabat blogger yang meminta bukti dan pembuktian tentang keberadaan tuhan pada Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 1 ).
Ada Tidaknya Tuhan Merupakan Realitas Tanpa Bukti ( 1 ). Postingan ini merupakan Jawaban dan Penjelasan atas pertanyaan salah seorang sahabat blogger yang meminta bukti dan pembuktian tentang keberadaan tuhan.
(more…)
Jawaban dan Pejelasan ( 3 ). Berikut ini saya akan mencoba menjawab dan menjelaskan sebuah pertanyaan yang disampaikan oleh saudara kita yang bernama Han melalui kotak komentar yaitu :
Tolong dijelaskan arti kata TUHAN, ALLAH, ZAT DAN SEJATI. ALLAH berdiri sendiri, tdk bergantung kepada sesuatu. Dia tidak berbentuk ataupun bersuara. pertanyaan saya bagaimana kita mengenal Allah yang tidak berbentuk dan bersuara. apakah nabi musa melihat Allah disaat Gunung Hancur atau disaat Nabi musa pingsan tolong dijelaskan secara detail. kalau bisa ke email langsung. terima kasih. Allah memberikan kita ketenangan selalu. Amin
Hakikat Gairah Dalam Diri. Semangat atau Gairah bisa diartikan suatu dorongan yang berasal dari hati sanubari untuk melakukan sesuatu yang bisa diterima oleh akal. Karena semangat atau gairah ini bersumber dari hati, maka semangat itu timbul dari sebuah keyakinan yang diterima atau cocok dengan pertimbangan akal, sehingga naik turunnya semangat sangat tergantung dengan keyakinan hati dan kemampuan akal dalam mencari dan menemukan serta memberikan pembenaran dari apa yang telah diyakini hati sanubari tersebut.
Allah Bersifat Ujud, Artinya Ada, mustahil Allah SWT tidak ada. Alam semesta raya ini dan segenap isinya sudah cukup sebagai bukti keberadaan Allah SWT. Keberadaan alam semesta raya ini beserta segenap isinya tidak mungkin secara akal tercipta dengan sendirinya. Pembuktian dari dalil-dalil yang ada terhadap suatu perbuatan atas sesuatu yang diciptakan sekaligus merupakan jejak yang meninggalkan bekas. Sesungguhnya pada jejak yang tidak membekas atau meninggalkan bekas adalah suatu kemustahilan. Adanya jejak-jejak manusia yang tertinggal merupakan pembuktian adanya orang yang berlalu-lalang.
Hakikat Awal Nur Muhammad. Pamahaman tentang hakikat Nur Muhammad pada umumnya dimulai dari kajian asal yaitu ketika, seluruh alam belum ada dan belum satu pun makhluk diciptakan Allah swt. Pada saat itu yang ada hanya zat Tuhan semata-mata, satu-satunya zat yang ada dengan sifat Ujud-Nya. Banyak dari kalangan sufi memahami bahwa pada saat itu zat yang ujud yang bersifat qidam tersebut belumlah menjadi Tuhan karena belum bernama Allah, Untuk bisa dikatakan sebagai tuhan, sesuatu itu harus dan wajib ada yang menyembahnya. Apabila tidak ada yang menyembah maka tidak bisa sesuatu itu dikatakan sebagi tuhan. Logikanya demikian
Hakikat Zat Pada Sifat Allah. Setelah menyelesaikan kajian tentang sifat ujud dan sifat hayat yang merupakan dua sifat yang utama bagi Allah swt, maka mulai dari kajian ke lima Hakikat Zat Pada Zat Allah ini sesungguhnya kita sudah memasuki kajian kesimpulan dan aplikasi dari pemahaman yang sudah dibahas dalam aktivitas kehidupan kita sehari-hari dan ritualitas ibadah wajib dan ibadah sunnah sebagai pengamalan syariat ajaran agama islam sebagai agama tauhid terakhir.
Sebagaimana yang telah disampaikan dalam kajian-kajian sebelumnya bahwa sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah swt sebagai tuhan adalah sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah swt saja. Tidak dimiliki oleh makhluknya. Apabila sifat-sifat tersebut terdapat pada makhluk, maka berarti sifat tersebut bukan sifat Allah swt karena Allah swt sebagai tuhan tidak bisa disamakan, tidak bisa disetarakan dengan apapun juga baik itu zat, sifat ataupun perbuatannya. Itulah tauhid yang benar lagi lurus yang kita tidak boleh tersesat didalamnya.
Hakikat Zat Pada Sifat Allah. Sekarang kita sudah memasuki kajian ke empat dari Hakikat Zat Pada Sifat Allah, tapi kalau dilihat dari awal, kajian keempat ini sudah merupakan kajian keenam yang saling berhubungan dimana sebelumnya telah dibahas “ Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya “ dan “ Allah Adalah Nama Yang Utama Bagi Tuhan “ dan telah mendapat tanggapan yang beragam dari pembaca dan pengunjung blog “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini.
Seluruh tanggapan dan komentar tersebut akan kita coba, insya Allah membahasnya satu per satu setelah kajian Hakikat “ Zat Pada Sifat Allah “ ini selesai secara tuntas yaitu berhasil mengantarkan seluruh pembaca dan pengunjung blog ini menemui tuhannya masing-masing. Insya Allah