JavaScript: JavaScript:

Kajian Hakikat Tauhid

Kajian Hakikat Tauhid Merupakan Hikmah Ketuhanan Sebagai Bekal Untuk Mendapatkan Ridha dan Hidayah Allah swt
October 23rd, 2008

Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya


Mengenal tuhan adalah pelajaran pertama yang seharusnya diajarkan oleh setiap orang tua kepada anaknya, karena mengenal tuhan dengan segala sifat yang menyertainya merupakan seutama-utamanya kelurusan tauhid yang harus dipahami dan diyakini oleh setiap manusia yang memilki rasa dan akal budi

Nah sekarang, jika kamu ditanya : Siapakah Tuhanmu ?. Maka, Katakanlah bahwa Tuhanku adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang menjadi sebab dari sekalian sebab dan Tuhan tempat bengantung segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.

Itulah Allah, Tuhan, yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Dia Tuhan yang tidak pernah tidur, kekal selama-lamanya dan terus menerus mengurus hambanya. Tidak mengantuk lagi pula tidak pernah tidur. Dia yang memiliki apa-apa yang ada di bumi dan apa-apa yang berada di langit. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Jawaban tersebut tentunya bukan hanya sekedar jawaban yang terlahir dari lisan saja, tetapi merupakan ungkapan hati yang mengandung konsekuensi taat, tunduk dan patuh atas semua perintah yang telah diperintahkan-Nya, baik itu perintah untuk meninggalkan segala sesuatu ataupun perintah untuk mengerjakannya atau secara umum dikatakan, menghentikan semua larangan-Nya dan mengerjakan semua perintah-nya tanpa sebab yang lain selain dari sebab karena Dia. Itulah keyakinan tauhid yang benar lagi lurus.

Lebih jauh, sesungguhnya Asal dari kata “ Allahadalah kataal-Ilah yang berarti sesuatu yang disembah oleh sesuatu yang rendah dihadapanNya maka itu dikatakan dengan Ilah dengan bentuk pluralnya Alihah yang berarti tuhan-tuhan

Orang-orang kafir menamakan tuhan-tuhan mereka dengan Alihah karena menurut keyakinan mereka berhala-berhala dan patung-patung itu adalah tuhan-tuhan mereka dan tuhan-tuhan itu berhak untuk disembah, sehingga penamaan Alihah bukan berasal dari makna yang dikandung nama tersebut tapi lebih berdasarkan keyakinan waktu itu. Ibnu Atsir menyatakan bahwa nama Ilah diambil dari kata Alihah. Jadi kata Ilah berarti sesuatu yang dianggap tuhan atau yang dipertuhankan

Pemakaian kata Allah sebagai nama bagi Tuhan SWT Yang Maha Esa dalam kosep pemahaman hukum islam bukan pemberian makhluk yang menyembahNya, tetapi merupakan sebutan sendiri oleh Tuhan tentang diriNya, Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang berhak memberikan nama untuk Tuhan SWT. Allah telah memperkenalkan diriNya sendiri dengan nama yang dipilihNya sendiri melalui ayat-ayat tauhid yang dimuat dalam isi kandungan Al-Quran dan Hadist Rasulullah Muhammad SAW yang dapat dilihat pada kajian-kajian berikutnya.

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dan berapa pendapat-pendapat lain yang terkenal dapat disimpulkan bahwa kata Allah yang dipakai sebagai nama oleh Tuhan SWT merupakan kata serapan dan segala sesuatu yang disembah selain dari pada Allah, termasuk dalam berdoa meminta pertolongan dan menjadi sebab segala sesuatu, maka ia telah dianggap sebagai tuhan. Tuhan yang disembah.

Dalam Kajian ini dinyatakan bahwa sembahan-sembahan itu tidak benar dan sesat, kecuali sembahan-sebahan itu adalah Allah yang merupakan Tuhan Yang Maha Esa, tuhan yang telah menciptakan semua makhluk dan tuhan bagi semua makhluk yang gaib ataupun yang nyata, sebagaimana yang telah dimaklumi oleh bangsa Arab dalam pengucapan mereka dan dalam Al-Quran yang diturunkan dalam bahasa arab yang mudah dimengerti dan difahami semua manusia yang mau mempelajarinya.

Jadi setelah kita melakukan kajian dalam konsep yang lain, teranglah bagi kita bahwa ternyata Allah bukanlah Tuhan yang sesungguhnya. Allah adalah sebuah nama yang agung yang dipakai oleh Tuhan SWT untuk memperkenalkan diri-Nya sendiri kepada hamba-Nya. Dan ketika Allah menjadi menjadi Tuhan, maka kepada-Nya teruntuk segala sembah. [ Kajian Hakikat Tauhid ]

Baca Juga Yang Ini

 


 

Tags: , , ,

Enter your email address:

30 Responses to “Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya”

  1. Kalau Allah Bukan Tuhan, Jadi Apa Donk ??????????

  2. Memasuki dunia tasauf memang memerlukan pemahaman yang lebih spesifik, sehingga kadang-kadang seperti tidak masuk akal, tetapi benar, itulah Allah, sebuah realita yang nyata dan masih bisa dikaji secara lebih mendalam lagi

  3. Insya Allah selanjutnya dan secara bertahap akan dicoba melakukan kajian secara lebih mendalam, sehingga menemukan hubungan yang nyata antara manusia dan tuhannya

    terimakasih

  4. Ya pastilah cz Allah or apa lah tu kan hanya nama, masa kita nyembah nama sih???????
    Tuhan yang sebenar2nya Tuhan tu apa/ mana / sapa???
    tau ah……. pusing gue!!!!!!

  5. aduh berat banget nih bahasannya…walau susah dicerna (oleh saya) tapi, good post :)

  6. artikel yg menarik , thanks informasinya ….

  7. Harus baca berulang-ulang nih postingannya biar gak salah tafsir…
    Dan kalo bisa bahasanya dibuat lugas agar mudah dipahami, karena ini masalah aqidah yang kalo keliru bisa membatalkan syahadat…. Walah kayak ustadz aza… :D
    2:165

  8. blognya keren, bisa buat nambah pengetahuan agama disini

  9. jika tuhan sama dengan Allah maka saya akan menjadi orang pertama meneriakkan dengan lantang bahwa itu adalah pendapat yang sangat-sangat salah, karena dalam persepsi Islam Allah adalah LAISA KAMISLIHI SYAIUN sementara dalam agama yang lain tuhan bisa berarati patung, gambar manusia yang disiksa, matahari atau apapun yang mereka anggap punya kekuatan dan kelebihan. ******* ramadhanyr.blogspot.com

  10. @legrex: walaupun ‘Allah’ merupakan semacam representasi dari ‘Tuhan’ yang sebenarnya, tidak salah kan kalau kita bilang “menyembah Allah”, dan bukan berarti menyembah namanya, karena ‘Allah’ merupakan Tuhan itu sendiri

  11. Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya
    semoga Allah Melindungi kita semua dari kesesatan iblis
    amin

  12. Assalamu alaikum wr wb

    Katiko takakok puntuang rokok nan barapi tasabuiklah ”’aduh”’
    Mako banamo lach nan manyangek tadi “”aduh”
    tapi sia nan mangakok ko…

    Salam kenal buya..moga sehat wal afiat.
    wassalam

  13. @ Ayruel chana : ha…ha..ha…….aaa
    kadang – kadang ……
    Apolah nan dahulu dari alif
    ( Apkah yang lebih dahulu / awal dari alif )

    salam sukses selalu

    Siranjang namonyo ikua
    sitagun namo kapalonyo
    ..
    .

  14. :-) :-) :-):-)

  15. [...] Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya [...]

  16. bahasannya tinggi nih

  17. Assalamu alaikum wr.wb
    Kok siranjang nampak kapalo
    Mangko sitagun nampak kapalo
    A…nan tasabuik….

    Wassalam

  18. @Ayruel chana : Sayang pertanyaannya disampaikan dalam bentuk pantun, sehingga saya takut jawabanya nanti menjadi bias

    Tapi apabila saya tidak salah tangkap dari yang ditanyakan ” siapa yang memegang api rokok apabila apinya bernama aduh ? ”

    Pertanyaan ini mengarah kepada makrifat ( penafsiran pantun )
    Untuk menjawab pertanyaan itu secara serius tentunya membutuhkan jawaban yang panjang dan mungkin akan membutuhkan beberapa postingan. ( Insya Allah selesai pembahasan masalah Hakikat Mursyid yang sebelumnya diminta pak Muhammad akan saya sampaikan dari dasarnya secara terperinci )

    Sebagai gambaran awal ( dasar makrifat ) saya sampaikan begini :

    1 Tiada daya tiada upaya kecali dengan izin Allah yang berarti tidak ada sesutu pun yang bergerak, berkehendak terlepas dari kehendak dan kendali Allah swt
    2. Karena Zat Pada Allah adalah Rahasia pada Kita, Sifat Pada Allah adalah Nur Pada Muhammad jadi Nyawa/Roh pada Kita, Perbuatan Pada Allah adalah Tubuh pada Kita sehingga tidak bergerak Zat melainkan bergerak pula Sifat karena diamana ada Zat disitulah Sifatnya Berada
    3. Sebagai perbuatan Allah ( afa’al Allah ), diri itu terdiri atas empat komponen yaitu : Tubuh Jasmani ( kulit, dagig, urat, tulang,hati,jantung,lmpha,paru-paru,buah pinggang/ginjal,Tubuh Rohani ( iman,islam,nafsu dll ), Semangat/Gairah ( yang merasakan sakit dan senang dalam diri ) dan Sifat Allah
    – Hilangkan tubuh jasmani kedaam tubuh rohani,
    – Hilangkan semangat/gairah kedalam sifat tuhan
    kemudian
    – Hilangkan tubuh rohani kedalam sifat tuhan
    maka
    – yang tinggal hanya sifat tuhan semata-mata

    Jadi rasa sakit yang terlontar dari kata ” aduh ” adalah semangat/gairah yang berkuasa dalam diri sedangkan yang memegang pada waktu itu hanyalah bayang-bayang dari sifat zat

    Apabila yang memegang adalah sifat dari zat yang sesungguhnya, maka rasa sakit itu sudah tidak ada karena ” Diri sudah mati ”

    ” Tiadak ada daya, tidak ada kekuatan kecuali dengan izin Allah ” Itulah keputusan dari makrifat pada tahab ini

    Pemahamannya adalah : ” Tidak berhadap hati kepada sesuatu yang lain, tidak juga kepada diri kita sendiri, melainkan kepada zat yang wajib ujud saja ”

    Mudah-mudahan dengan jawaban yang sederhana ini apabila saya tidak salah tangkap dari pertanyaannya bisa memberikan penjelasan dari pertanyaan yang diajukan

    Selanjutnya kalau bisa. Apapun pertanyaanya sampikan kanlah dengan bahasa yang jelas agar nanti bisa juga dijelaskan secara baik. terimakasih

    mohon tanggapan dan komentarnya

  19. Assalamu alaikum wr wb

    Alhamdulillah…sebenarnya memang arah nya kesana.memang terkadang kita butuh bahasa samaran,untuk tujuan tertentu.akan tetapi kapan umat ini akan mengerti,kalau seluruhnya disamarkan…
    Sedangkan pantun ke dua ..hanya mengisyaratkan setelah menciptakan dan sebelum diciptakan ,Ucapan(perkataan atau juga perintah) apa yang diucapkan ALLAH..?

    dan saya insya ALLAH menangkap maksud permintan anda akan berbahasa indonesia,agar yang lainnya pun bisa mengerti,bukankah begitu?

    Wassalam

  20. @Ayruel chana : Alhamdulullah juga dan semoga Allah merahmati kita semua. amin
    – Benar juga, Al-Quran juga banyak bahasa majasnya

  21. Cukup bisa dimengerti postingan ini.

  22. @exelinca: Terimakasih atas dukungan dan kunjungannya

  23. hati2 bro, sebaiknya gunakan bahasa terutama judul yang tepat… klo judulnya seperti itu, bahayanya nanti banyak orang2 awam yang nanti baca artikel ini jadi salah tafsir dan berujung kepada kesesatan !!
    dan dampak yang lebih buruk lagi bisa menghancurkan agama islam, dan itu menjadi tanggung jawab bro yang nulis artikel,,! meskipun bro gak bermaksud demikian, tapi kata2 yang bro terlalu berani dan bisa menimbulkan kontroversi dan dampak yang lebih buruk

  24. saya menyarankan sebaiknya tulisan untuk judul untuk di ubah karena dapat membuat bingung orang yang membacanya …apa lagi bila orang tersebut awam sekali maka pasti bingungnya apa lebih baik situs ini diisi mengenai sanat-sanat hadist.

  25. DASAR WEB MURAHAN!!

  26. KUTIPAN TULISAN DI ATAS
    sesungguhnya Asal dari kata “ Allah “ adalah kata “ al-Ilah “ yang berarti sesuatu yang disembah oleh sesuatu yang rendah dihadapanNya maka itu dikatakan dengan Ilah dengan bentuk pluralnya Alihah yang berarti tuhan-tuhan
    ……………………………………..

    SAYA INGATKAN PADA anda PENULIS ARTIKEL INI UNTUK BELAJAR DAN MEMAHAMI BAHASA AL QUR’AN LEBIH SEKSAMA. PEMAHAMAN anda TENTANG “ALLAH” DARI ‘AL-ILAH’.
    JELAS JAUH MENYIMPAMNG DARI MAKNA YANG HAKIKI TENTANG ALLAH ITU SENDIRI MENURUT KITAB SUCI AL QUR’AN.
    AL QUR’AN MENYEBUTKAN DENGAN TAMBAHAN DARI BEBERAPA HADITS YANG SAHIH, BAHWA “ALLAH” BUKAN JAMAK DARI ‘AL-ILAH’ ALLAH ADALAH SEBUTAN TUNGGAL NAMA DIRI ALLAH ITU SENDIRI DAN TIDAK DAPAT DISAMAKAN DENGAN APAPUN JUGA, SESUAI DENGAN SIFAT ALLAH YANG TUNGGAL.

    ////////////////////////////////////////
    DAN TULISAN INI SAMA PERSIS DENGAN MAKALAH SEORANG NASHARA PADA PEMBAHASAN “SEJARAH TUHAN”.
    HATI-HATI WAHAI SAUDARAKU MUSLIM.

  27. @all : Terimaksih atas kunjungan dan sumbang saran dan kritikannya, semoga menjadi ibadah yang meperlapang jalan menuju Ridha Allah SWT. Amin

    @arizz : Memang judul yang saya buat untuk postingan ini agak kontroversi terutama untuk orang yang awam, namun karena kajian ini membahas tentang proses pencarian manusia terhadap Tuhannya, tentunya saya harus memulai dari awal, walau sesungguhnya kajian yang disampikan dalam blog ini lebih bertujuan untuk pemahaman hakikat tauhid pada tingkatan menegah ke atas secara bersambung sesui katagori yang ada, sehingga saya merasa belum mendapatkan alasan yang cukup kuat untuk mengganti judul dan menghapus postingan ini. Demikian mohon dimaklumi

    @penegak : mengenai saran untuk mengganti postingan dengan sanat-sanat hadist, sepertinya saya agak kesulitan untuk menyampaikannya, karena ilmu dan wawasan yang saya miliki sangat jauh dari cukup tentang itu.

    Sedangkan Kajian Hakikat Tauhid yang jadi materi utama blog ini merupakan basis ilmu yang sedikit pernah saya pelajari melalui beberapa orang guru tariqat dan beberapa literatur yang sesuai dan menunjang ( keculai postingan kopi paste yang terpaksa saya tampilkan karena sedang tidak ada kesempatan untuk menulis dan faktor lain ) tapib terimaksih atas sarannya. semoga Allah merahmati kita semua. amin

    @mahyun : terimkasih atas komentarnya, semoga Allah memberkahi saya dengan kemampuan yang lebih baik pada postingan selanjutnya ( ini postingan pertama dari blog pertama saya )

    @agungalit : Benar. Kata “Allah” memang bukan jamak dari “al-Ilah” tapi ‘al-Ilah” merupakan asal kata dari kata “Allah” yang kemudian dipakai Tuhan SWT sebagai nama-Nya, sehingga kata “Allah” itu merupakan nama Tuhan yang bersal dari unsur serapan dari kata yang sudah ada sebelumnya, bukan kata yang baru, dimunculkan Tuhan dalam Al-Quran seperti Alif Lam Mim dan rangkaian huruf yang lainnya dalam Al-Quran seperti Yaasiin dll, Semua itu adalaj kata baru yang tidak ada sebelumnya pada bahasa manusia.

    Tentang : BAHWA “ALLAH” BUKAN JAMAK DARI ‘AL-ILAH’ Saya rasa saudara kurang teliti dalam memahaminya yang saya sampaikan adalah

    ” Lebih jauh, sesungguhnya Asal dari kata “ Allah “ adalah kata “ al-Ilah “ yang berarti sesuatu yang disembah oleh sesuatu yang rendah dihadapanNya maka itu dikatakan dengan Ilah dengan bentuk pluralnya Alihah yang berarti tuhan-tuhan ”

    Jadi bentuk jamak dari “AL-ILAH” adalah “ALIHAH” bukan ” AL-ILAH ” adalah bentuk jamak dari kata ” ALLAH ” tapi AL-ILAH adalah asal kata dari kata ” ALLAH ” yang kemudian dipakai menjadi nama dari Tuhan SWT atas kehendak-Nya sendiri. Demikian jawaban saya

    Tentang makalah “SEJARAH TUHAN” yang dibuat oleh orang NASHARA terus terang saya belum pernah menemukan dan membacanya. Bila saudara berkenan, mohon dikirimkan pada saya via email, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi saya serta orang lain dan terimakasih sebelumnya

    Selanjutnya, semogga seluruh saran, kritikan dan pendapat yang telah disampaikan tentang tulisan saya dengan tujuan kebaikan untuk umat, semoga dinilai Allah sebagai sebuah Ilmu yang bermanfaat yang akan melapangkan jalan berkah dan hidayah-Nya. Amin

  28. Eyang Kumincir Says:
    October 6th, 2009 at 8:14 pm

    Acungan jempol deh untuk blognya. Berat juga kajiannya, Maaf ada “tapinya” mungkin bagi yang berjalan di syariat akan pusing bila harus memahami tariqat apalagi tariqat mesti bisa “antal mactu qoblal mactu’ harus tahu Dat Sifat, Asma & Af’al Allah apalagi dengan dalil Man aroffa nafsahu faqod aroffa robbahu waman arroffa robbahu faqod jahilan nafsahu kalo kata Seikh Siti Jenar manungal kaulaning gusti (bisa bergidik)bo…salah salah dikataain aliran sesat. Maaf bila saya salah2 kata

  29. Tuhan ya Allah itulah Tuhan yaqng sesungguhnya……. maunya siapa lagi yg jd ALLah ???????????????

  30. Asalammualakum…wr..wb
    tuhan adalah ALLAH SWT emang ada yang tau ga nama ALLAH SWT sebelum adanya bumi,belum ada langit…belum ada semesta alam ini yaitu di alam zah…bahkan belum ada nur muhammad…dan kemudian setelah adanya nur muhammad barulah tuhan, menamakan dirinya ALLAH SWT.makan nya barulah awal syahadat pengakuan kulimah yaitu ASHADUALLA ILLA HA ILLALLAH….kemudian kun kata ALLAH SWT. tercipta 7 langit 7 bumi maka barulah muhammad menjadi rasullullah maka sempurna kulimah islam
    WA ASHADUANNA MUHAMMAD DARASULULLAH, maka nya dikatakan dua kalimat syahadat dua kali kita membaca syahadat…mengaku umat nabi muhammad dimanakah letak syahadat…

Leave a Reply

CommentLuv Enabled